Kamis, 24 Februari 2011

Menakertrans Ajak Konfederasi SPSI Jadi Pelopor Pengawasan Bipartit


Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi  Muhaimin Iskandar mengajak Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) untuk menjadi pelopor pengawasan hubungan industrial.

"Pengawasan merupakan kunci pengelolaan hubungan industrial yang kondusif. Pemerintah hanya regulator, pengawasan harus dilakukan oleh semua pihak khususnya serikat pekerja. Saya berharap KSPSI menjadi teladan yang baik dalam hal kerjasama pengawasan bipartit, menjadi pelopor," pinta Menakertrans  Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers di Jakarta pada Minggu (20/2) seusai kunjungan kerja di. Jawa Timur yang salah satu agendanya   menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun KSPSI di Stadion Kepanjen Malang Jawa Timur, Minggu (20/2).

Dalam sambutannya, Menakertrans Muhaimin Iskandar  menyampaikan beberapa solusi permasalahan krusial yang dihadapi oleh kaum pekerja Indonesia dewasa ini. Untuk mengatasi persoalan outsourcing, misalnya, Cak Imin menekankan tiga hal penting yang harus tersedia : pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi (sekitar 7 persen) agar dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan nilai tambah industri sehingga pada akhirnya mampu memekerjakan buruhnya secara tetap.
Yang kedua adalah penguatan mekanisme bipartit agar dapat memonitor praktek-praktek outsourcing yang melanggar hukum serta mengantisipasi gejolak yang timbul kemudisan. Sementara yang terakhir adalah perbaikan regulasi dan aturan.
Ketiga hal ini dianggap dapat mengatasi keluhan pekerja yang merasa hidupnya semakin tidak pasti dengan adanya sistem outsourcing ini."Saya berupaya keras agar Kementerian dapat mencetak lebih banyak tenaga pengawas dan mediator untuk mengawasi dan menyelesaikan persoalan. Namun ini tidaklah sederhana, karena biaya mencetak pengawas dan mediator cukup mahal. Apalagi, banyak pengawas dan mediator yang telah kita cetak, malah kemudian digeser ke jabatan lain oleh Bupati, karena ada otonomi daerah. Tapi kami tetap akan mencarikan solusi terbaik untuk hal ini," kata Muhaimin.
Hari Ulang Tahun Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI)ke-38 dirayakan dengan meriah di Stadion Kanjuruan, Kepanjen Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sekitar 7000 massa anggota dan pengurus SPSI, yang kebanyakan adalah kaum perempuan, memadati tenda besar yang disiapkan panitia. Selain Menakertrans, hadir pula Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf dan Bupati Malang yang juga Ketua SPSI Jawa Timur Rendra Krishna.http://www.nakertrans.go.id/?
Dalam dialog yang dilakukan ditengah-tengah acara terungkap berbagai masalah ketenagakerjaan seperti disamakannya pajak pekerja perempuan dengan pekerja lajang memancing reaksi yang cukup riuh dari pekerja lain. Cak Imin berjanji akan menindaklanjuti dengan berpegang pada prinsip kesetaraan dan keadilan.
Dalam kesempatan ini Menakertrans juga menyerahkan sejumlah piagam penghargaan kepada perusahaan yang berhasil menerapkan zero accident (standar K3 terbaik) dan perusahaan yang melaksanakan perlindungan optimal pada pekerja perempuan.

Pusat Humas Kemenakertrans
http://www.nakertrans.go.id/? ( 25 februari 2011 )

3 komentar:

  1. Terkait dengan himbauan dari pak mentri tenaga kerja dan tramsmigrasi .....mengenai pengawasan ketenaga kerjaan .. selama ini itulah tugas dari pada serikat pekerja dan selama ini sudah berjalan. hanya saja masih banyak kendala disana sisini dan menjadi pemikiran kita bersama untuk lebih di tingkatkan secara inten kedepan sehingga peran dan fungsi serikat terutama SPSI lebih optimal dan para pekerja ( buruh ) merasakan hasilnya semaximal mungkin....akan tetapi harus ada keseriusan semua pihak sehingga terciptalah Hubungan Industrial yang Harmonis sebagai mana diamanatkan UU

    BalasHapus
  2. Saya baru saja membaca riwayat Martin Luther King Jr. (MLK), pemimpin orang hitam di AS. Selama ratusan tahun orang hitam di AS menjadi budak, lalu setelah "bebas", mereka jadi warga kelas 2. Kalau naik bus, mereka harus duduk di belakang. Gaji lebih kecil daripada orang kulit putih, dst. Sampai ada orang, MLK, yg berani memimpin untuk berontak thd diskriminasi itu. Dan berhasil! Skg warna kulit hitam setara dgn kulit putih, bahkan jadi presiden AS. Tapi pemimpin mereka, MLK mati ditembak krn hal itu. Dan dia tahu bahaya itu. Kadang, untuk mendapatkan hak kita (yg wajar), dan utk mencapai keharmonisan, perlu pemimpin yg berani berkurban spt MLK. Perlu usaha... Dr.EN

    BalasHapus
  3. dalam membela kebenaran dan menegakkan keadilan terutama bagi rakyat kecil yang tertidas apapun resikonya harus dihadapi, akan tetapi harus sesuai dengan aturan yang ada, dan mengenyamppingkan kepentingan pribadi, mudah2an duania akhirat paedahnya, termasuk kalau harus korban nyawa ... yakin dan percaya surga jaminannya

    BalasHapus